Rabu, 25 November 2015

Pengertian Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian adalah suatu kesatuan, rencana terinci dan spesifik mengenai cara memperoleh, menganalisis, dan menginterpretasi data.
Tujuan pembuatan Rancangan Penelitian
·         Menguji atau menemukan ilmu pengetahuan
·         Memperoleh dana untuk membiayai penemuan baru
·         Membantu mengatasi atau memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat
·         Menyelesaikan tugas akhir sekolah atau tugas akhir di perguruan tinggi
Unsur – unsur di dalam Rancangan Penelitian
·         Judul : tujuan, indikator, atau variabel
·         Masalah
·         Sasaran penelitian : lokasi, objek (populasi & sampel)
·         Prosedur pengumpulan data
·         Cara mengolah, mengorganisasi, dan menyajikan hasil penelitian
·         Komponen – komponen etika di dalam penelitian
·         Referensi
Contoh Sistematika pembuatan proposal antara lain :
1)      Pendahuluan
v  Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
v   Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari(nyata).
v   Point-point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S-W-O-T yang telah dibahas sebelumnya.
2)      Dasar Pemikiran
v  Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lain-lain.
v   Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian.
3)      Tujuan
v  Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus).
v  Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa.
Contoh :
Memperoleh kader-kader KMHDI.
Memberi pengetahuan manajerial dan leadership bagi calon anggota KMHDI.
4)      Tema
Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut.
5)      Jenis Kegiatan
v  Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu.
v  Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.

6)      Target
Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai   ukuran-ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.
Contoh :
Target acara ini adalah untuk mencetak minimal 25 orang pelatih KMHDI yang masing-masing diantaranya, memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar yang Buku Pedoman Kaderisasi Jilid I KMHDI, dan setiap pelatih tersebut memiliki nilai rata-rata diatas 7 (dengan range 10) dalam setiap materi pelatihan.
7)      Sasaran/Peserta
Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta).
8)      Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.
9)       Anggaran Dana
Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri.
10)  Susunan Panitia
Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting-penting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam
lampiran.
11)  Jadwal Kegiatan
v   Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya.
v   Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.
12)  Penutup
v  Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
v  Ditutup dengan lembar pengesahan proposal.
v   Terakhir, diikuti dengan lampiran.


1. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak?
2. Jelaskan tentang tahap-tahap perkembangan bahasa anak?
3. Jelaskan tentang tipe-tipe perkembangan bahasa anak?
4. Bagaimana karakteristik perkembangan bahasa anak usia SD?
Jawab..
(1). Perkembangan Bahasa Sejak Dini
Bahasa si Kecil berkembang tahap demi tahap, secara konstan ia menyerap informasi dari dunia di sekitarnya. Berikut adalah panduan perkembangan bahasa si Kecil:
Peran Ibu dalam Perkembangan Bahasa Si Kecil
Peran terpenting Ibu dalam perkembangan bahasa si Kecil:
Bicara. Penelitian menunjukan bahwa orang tua memiliki peranan penting dalam perkembangan bahasa si Kecil. Ibu bisa ceritakan pada si Kecil, apa yang sedang Ibu lakukan, menyanyi atau berikan pertanyaan bagi si Kecil.
Membaca. Seperti apa yang telah dipaparkan di atas, membacakan dongeng pada si Kecil sangat baik bagi perkembangannya dalam berbahasa.
Dengarkan. Saat si Kecil berbicara kepada Ibu, jadilah pendengar yang baik. Simak apa yang ia bicarakan dan berikan respon positif.
(2). Tahapan - tahapan perkembangan bahasa anak
0 - 3 bulan: Komunikasi di mulai sejak si Kecil lahir, suara yang dikeluarkan si Kecil memiliki maksud yang belum bisa ia sampaikan dengan bahasa. Di periode ini si Kecil berinteraksi dengan dunia melalui tangisan, bunyi yang ia keluarkan dan dengan eksplorasi objek di sekitarnya.
4 - 6 bulan: Si Kecil mulai mengenal kata sederhana seperti 'mama' dan 'papa', dan mampu mengekspresikan 'iya atau 'tidak' secara verbal dan non-verbal seperti mengangguk atau menggelengkan kepala.
7 - 12 bulan: Si Kecil mulai memberikan nama untuk beberapa objek, misalnya, 'bobo' untuk botol. Si Kecil juga sudah mulai mengenali nama anggota tubuhnya.
12-18 bulan: Dalam periode ini si Kecil akan mulai menyalin kata yang ia dengar. Ia bahkan sudah mulai mempraktekan nada tertentu dalam mengucapkan kata.
19-24 bulan: Pada usia 2 tahun, si Kecil umumnya sudah memahami 50 kata dan sudah bisa mengucapkan kata dengan baik. Jika ia memiliki masalah dalam menyatukan kata-kata sebaiknya Ibu konsultasikan hal ini dengan dokter.

(3). -  Perkembangan Gerakan Motorik Pada Anak

·      Perkembangan Anak Pada Masa Usia Dini


(4). Karakteristik perkembangan bahasa anak usia SD

Anak SD merupakan anak dengan katagori banyak mengalami perubahan yang sangat drastis baik mental maupun fisik. Usia anak SD yang berkisar antara 6 – 12 tahun menurut Seifert dan Haffung memiliki tiga jenis perkembangan :
1. Perkembangan Fisik
Hal tersebut mencakup pertumbuhan biologis misalnya pertumbuhan otak, otot dan tulang. Pada usia 10 tahun baik lai-laki maupun perempuan tinggi dan berat badannya bertambah kurang lebih 3,5 kg. Namun setelah usia remaja yaitu 12 -13 tahun anak perempuan berkembang lebig cepat dari pada laki-laki, Sumantri dkk (2005).
2. Perkembangan Kognitif
Hal tersebut mencakup perubahan – perubahan dalam perkembangan pola fikir.Perkembangan kognitif seperti dijelaskan oleh Jean Piaget dapat dijelaskan berdasarkan tiga pendekatan perkembangan yaitu :
a. Tahapan Pra Oprasional
b. Tahapan Oprasional Konkrit
c. Tahapan Oprasional Formal
3. Perkembangan Psikososial
Hal tersebut berkaitan dengan perkembangan dan perubahan emosi individu. Seperti dijelaskan oleh Robert J. Havighurst mengemukakan bahwa setiap perkembangan individu harus sejalan dengan perkembangan aspek lain seperti di antaranya adalah aspek psikis, moral dan sosial. Sejalan dengan R. J. Havighurst di atas, Syaodih (2007) menjelaskan tahapan perkembangan anak jika dipandang dari aspek psikis, moral dan sosial adalah :
Ketiga jenis perkembangan tersebut berjalan tergantung dari perkembangan masing masing jenis seperti tersebut di atas yang berbeda. Hal tersebut tergantung dari variabel stimulan yang mendorong. Apabila rangsangan fisik yang sering diberikan maka faktor fisik anak yang berkembangan demikian juga halnya dengan faktor kognitif dan psikososial.